Frekuensi menyusui, BAK dan BAB per hari sesuai usia
bayi:
Day
|
Frekuensi
menyusui
|
Buang
Air Kecil
|
Buang
Air Besar
|
1/born
|
8-12x dalam 24 jam
|
1x dalam 24 jam
|
1x dalam 24 jam
|
2
|
8-12x dalam 24 jam
|
2x dalam 24 jam
|
2x dalam 24 jam
|
3
|
8-12x dalam 24 jam
|
3x dalam 24 jam
|
3x dalam 24 jam
|
4
|
8-12x dalam 24 jam
|
4x dalam 24 jam
|
3-4x dalam 24 jam
|
5
|
8-12x dalam 24 jam
|
5x dalam 24 jam
|
3-4x dalam 24 jam
|
6
|
8-12x dalam 24 jam
|
5-6x dalam 24 jam
|
3-4x dalam 24 jam
|
7
|
8-12x dalam 24 jam
|
5-6x dalam 24 jam
|
3-4x dalam 24 jam
|
Target minimal dalam 24 jam pertama kehidupan baby.
Kalau sudah terpenuhi, then nothing to worry!
Dalam rangka untuk memahami bagaimana untuk
meningkatkan suplai ASI Anda, penting untuk memahami bagaimana proses produksi
ASI bekerja. Anda mungkin pernah mendengar bahwa produksi ASI didasarkan pada
penawaran dan permintaan. Sejak Anda mengandung, hormon dalam tubuh Anda
memberitahu payudara Anda untuk mulai membuat ASI. Setelah melahirkan, tubuh
Anda tidak tahu persis berapa banyak ASI yang dibutuhkan. Ini adalah waktu
terbaik untuk membangun suplai ASI yang baik. Bila sering dipakai, ia akan
produksi makin banyak, sebaliknya bila tidak dipakai, pabrik akan berhenti
dengan sendirinya.
Seiring waktu, tubuh Anda akhirnya belajar berapa
banyak ASI untuk menghasilkan didasarkan pada pengeluaran ASI dari payudara
Anda. Ketika payudara Anda kosong, ini memberitahu tubuh Anda untuk membuat
lebih banyak ASI. Demikian juga, payudara penuh sinyal tubuh Anda untuk
mengurangi produksi susu. Mengosongkan payudara dengan sering selama tahap awal
menyusui akan membantu memastikan bahwa Anda memiliki produksi ASI yang baik.
Berikut 24 cara untuk memperbanyak produksi ASI:
1.
Sering
menyusui.
Ini kunci terpenting
untuk meningkatkan produksi ASI. Produksi ASI akan lancar jika payudara sebagai
gudang ASI terus-menerus dirangsang. Caranya, tingkatkan frekuensi bayi
menyusui selama 72 jam pertama kelahirannya atau dengan memerah ASI. Semakin
sering penyaluran ASI dengan isapan bayi, produksi ASI akan meningkat secara
alamiah.
2.
Kosongkan
kedua payudara saat menyusui. Pastikan bayi anda menyusui cukup lama untuk
mengosongkan kedua payudara Anda.
3.
Jangan
menjadwalkan menyusui. Susui bayi kapanpun ia memerlukannya.
4.
Biarkan
bayi Anda menikmati “cluster feed” (minum ASI terus menerus dan sering, nyaris
tanpa jeda; biasanya sore hari sebelum tidur). Bila jadwal minum biasanya 2-3
jam dan tiba-tiba berubah jadi lebih rapat, kemungkinan besar bayi sedang
mengalami growth spurts dan memerlukan asupan lebih banyak.
5.
Coba
menyusui bergantian.
Bila ia bosan dengan
putting payudara kiri, tawarkan putting payudara kanan sehingga ia tak lagi
menghisap. Fungsi utama saluran ASI adalah untuk mengalirkan dan membawa ASI
dari pabriknya, bukan untuk menyimpan. Jadi, ASI yang sudah diproduksi di
pabrik ASI (payudara) sebaiknya langsung dialirkan melalui saluran ASI (puting)
dengan menikmati waktu menyusui. Isapan bayi akan mengosongkan maksimal 70
persen ASI dari payudara, untuk kemudian berproduksi kembali secara alamiah.
6.
Pijat
Payudara
Saat bayi malas
menghisap, ibu dapat membantu memijat payudara untuk meneruskan aliran ASI saat
ia sudah tidak minum sendiri. Bila ibu mengalami mastitis, ibu juga bisa
Massage / pemijatan payudara dan kompres air hangat & air dingin
bergantian. Untuk mencegah mastitis, jangan mencuci putting setelah menyusui
karena hanya akan mengakibatkan putting jadi kering dan iritasi. ASI sudah
mengandung banyak elemen untuk mencegah bakteri dan jamur tumbuh, dan telah
mengandung pelindung alami untuk ibu dan bayi. Sewaktu mandi, bisa diusap
dengan busa sabun seperti pada seluruh tubuh, seperti mandi biasa saja.
Langkah-langkah
pemijatan adalah sebagai berikut:
a.
Pijatan
dimulai dari pangkal payudara.
b.
Tekan
dinding dada dengan menggunakan dua jari (telunjuk dan jari tengah) atau tiga
jari (ditambah jari manis).
c.
Lakukan
gerakan melingkar pda satu daerah di payudara selama beberapa detik, lalu
pindahkan jari ke daerah berikut:
d.
Arah
pijatan memutar atau spiral mengelilingi payudara atau radial menuju puting
susu.
e.
Kepalkan
tangan, lalu tekan ruas ibu jari ke dinding dada.
f.
Pindahkan
tekanan berturut-turut ruas telunjuk, jari tengah, jari manis, dan kelingking
ke arah puting.
g.
Ulangi
gerakan tersebut pada daerah berikutnya.
h.
Untuk
bagian bawah payudara, tekanan dimulai dengan tekanan ruas jari kelingking.
7.
Susui
di malam hari. Kadang bayi Anda tidur terus tanpa terbangun. Di malam hari,
usahakan bangun untuk menyusui bayi Anda.
8.
Pompa
ASI setelah selesai menyusui, terutama bila Anda merasa payudara belum terasa
kosong. Bila anda ibu bekerja, cobalah memompa 15 menit setiap beberapa jam
sekali saat bekerja. Gunakan pompa yang dapat memompa 2 payudara sekaligus, ini
lebih menstimulasi produksi ASI dibandingkan yang hanya satu bergantian.
9.
Ciptakan
kontak kulit dengan bayi. Misalnya membelainya dan mengajaknya berkomunikasi.
Hal ini akan memicu hormon oksitosin (hormon cinta) yang akan berperan dalam
produksi ASI Anda.
10.
Susui
sambil berbaring di ranjang, akan membantu anda lebih relaks dan membuat bayi
Anda menyusu lebih lama.
11.
Jangan
tidur telungkep. Ini bisa menekan payudara Anda dan menurunkan produksi ASI
Anda.
12.
Saat
Anda harus melakukan sesuatu, misalkan menyapu, taruh bayi Anda di
gendongan/sling, jadi ia bisa menyusui bila ia mau. Gendongan yang baik adalah
yang menghadap ke ibu, bukan bayi menghadap ke depan. Tentunya, sesuaikan
dengan usianya.
13.
Hindari
dot dan empeng untuk menghindari bingung puting.
Karena menghisap dari
dot dan empeng lebih gampang, sementara dari puting lebih susah, bila anak
kebiasaan ngempeng dot, maka ia akan menolak puting. Jika ibu ingin memberikan
ASI peras/pompa (ataupun memilih susu formula) berikan ke bayi dg menggunakan
sendok, bukan dot ! Saat ibu memberikan dg dot, maka anak dapat mengalami
BINGUNG PUTING tersebut, Kondisi dimana bayi hanya menyusu di ujung puting
seperti ketika menyusu dot. Padahal, cara menyusu yang benar adalah seluruh
areola (bag. gelap di sekitar puting payudara) ibu masuk ke mulut bayi.
Akhirnya, si kecil jadi ogah menyusu langsung dari payudara lantaran ia merasa
betapa sulitnya mengeluarkan ASI. Sementara kalau menyusu dari botol, hanya
dengan menekan sedikit saja dotnya, susu langsung keluar. Karena itu hindari
penggunaan dot sama sekali.
14.
Hindari
menggunakan pil KB saat menyusui, untuk pencegahan kehamilan gunakan spiral.
Beberapa ibu takut dengan spiral, tapi carilah informasi dokter kandungan yang
ahli memasang spiral (berpengalaman). Selain sangat praktis, juga hemat biaya
dan tidak mengandung hormon sehingga aman untuk produksi ASI Anda.
15.
Jangan
Merokok
Bukan hanya dapat
menurunkan produksi ASI, nikotin dalam rokok bisa ikut masuk ke dalam aliran
ASI dan meracuni si Kecil. Perokok pasif juga meningkatkan resiko SIDS (sindrom
bayi mati mendadak), resiko asma, bronkitis, dan pneunomia.
16.
Banyak
minum air putih
Bahan utama produksi
ASI adalah Air. Jadi pastikan anda banyak minum air, bisa berupa air putih,
susu, jus dan sup.
17.
Batasi
kafein (kopi/teh/soda)
Kafein pada kopi, teh,
soda dan coklat sedikit-banyak bisa ikut masuk ke aliran ASI dan menimbulkan
gangguan tidur pada si Kecil
18.
Rileks
saat menyusui, jangan terburu-buru.
Kondisi psikologis ibu
menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil
penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI
eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Satu pikiran “ASI peras saya
cukup gak ya?” maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan
memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya
produksi ASI menurun. Stres berperan besar untuk menurunkan kemampuan alami
tubuh kita untuk memproduksi ASI. Carilah tempat tenang untuk memompa ASI,
putar musik lembut sambil memandang foto bayi Anda saat Anda memompa ASI di
kantor.
Disini sebetulnya
peran besar sang ayah. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar. Mendukung bisa
dengan berbagai cara mulai dari menyemangati istri hingga hal-hal lain spt
menyendawakan bayi setelah menyusu, menggendong bayi utk disusukan ke ibunya,
dsbnya.
19.
Banyak
istirahat. Anda bisa tidur saat bayi Anda tidur di siang hari, untuk menghemat
tenaga dan menghindarkan Anda dari stress. Jangan ragu meminta bantuan dari
suami, asisten atau nenek si Kecil saat Anda membutuhkan bantuan.
20.
Makan
makanan sehat bergizi.
Jangan diet dulu atau
terburu-buru ingin menurunkan berat badan saat Anda menyusui. Makan banyak
sayur, buah, gandum, susu.
21.
Konsumsi
“galactagogue” (bahan alami untuk meningkatkan produksi ASI) seperti daun
katuk.
22.
Hindari
pemberian susu formula.
Terkadang karena
banyak orangtua merasa bahwa ASInya masih sedikit atau takut anak gak kenyang,
banyak yg segera memberikan susu formula. Padahal pemberian susu formula itu
justru akan menyebabkan ASI semakin tidak lancar. Anak relatif malas menyusu
atau malah bingung puting terutama pemberian susu formula dg dot. Begitu bayi
diberikan susu formula, maka saat ia menyusu pada ibunya akan kekenyangan.
Sehingga volume ASI makin berkurang. Makin sering susu formula diberikan makin
sedikit ASI yg diproduksi.
23.
Hindari
obat-obatan yang mengandung antihistamin (obat anti alergi klorfeniramin
maleat, deksklorfeniramin maleat, doksilamin) dan dekongestan ( biasa ditemukan
pada obat pelega hidung tersumbat, bentuknya bisa berupa fenilpropanolamin,
fenilefrin, efedrin, pseudoefedrin ) karena bisa menurunkan produksi ASI. Bila
Anda terserang flu, obati secara alami dengan mandi air hangat, minum minuman
hangat dan sup ayam serta banyak istirahat.
24.
Hangatkan
hubungan dengan suami (Anda boleh berhubungan lagi setelah 4-6 minggu setelah
kelahiran, Keluarnya lokia, darah dari vagina selama masa nifas yang
mengindikasikan terjadinya pemulihan rahim, bisa berlangsung 3-8 minggu, tunggu
sampai proses ini selesai). Nikmati kedekatan Anda berdua saat si Kecil sudah
tidur, karena hormon oksitosin yang ditimbulkan akan membantu produksi ASI
anda. Kosongkan dulu payudara Anda dengan memompa ASI didalamnya. Dan jangan
lupa, gunakan KB bila Anda belum mau memberikan adik untuk si Kecil. Meskipun
menyusui adalah KB alami, persentase pencegahan kehamilannya belum teruji 100%.
* Thanks to Mira untuk info nya ^_^ it helping much
Tidak ada komentar:
Posting Komentar